SIAPA YANG SALAH?
Yesus berkata, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: 'Tuhan, Tuhan!', akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: 'Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu?' Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: 'Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!'" Matius 7:21-23.
Yesus membedakan antara kehendak-Nya sendiri, kehendak Yahweh (Bapa Yesus), dan kehendak para Nabi-Nya. Mengapa Yesus membuat pembedaan ini? Karena Yesus tidak mengubah apa pun.
Yesus berkata dalam Matius 5:17-18, "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." Apa artinya ini? Artinya adalah bahwa setiap upaya—sekecil apa pun—untuk mengubah HUKUM tidak berasal dari Yesus. Hal itu tidak berasal dari Bapa Yesus. Hal itu tidak berasal dari para Nabi Allah. Hal itu berasal dari IBLIS. Para pembaca, apakah Anda seorang Kristen yang CERDAS? Jika ya, Anda harus tahu bahwa SETIAP UPAYA—sekecil apa pun—untuk mengubah HUKUM berasal dari IBLIS, dan bukan berasal dari Bapa Yesus, dari Yesus sendiri, ataupun dari para Nabi-Nya. Ini bukanlah konsep yang mudah dipahami, terutama ketika Iblis menggunakan "RASUL-RASUL" atau murid-murid palsu untuk menyesatkan kita. Saya ulangi: Ini bukanlah konsep yang mudah dipahami, terutama ketika Iblis menggunakan "RASUL-RASUL" dan murid-murid palsu untuk menyesatkan kita.
Yesus berkata dalam Matius 24:24, "Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan juga orang-orang pilihan." Apakah Anda termasuk dalam golongan orang-orang pilihan itu?
Apakah Anda yakin bahwa Anda termasuk dalam golongan orang-orang pilihan? Jika Anda berkata bahwa Anda yakin termasuk dalam golongan orang-orang pilihan, mengapa kini Anda justru disesatkan oleh Iblis? Mengapa? Semoga sukses dan kiranya Tuhan memberkati!
hkhoe@thexcommandments.com
Comments